Daily Activity 7

-Indonesian Version-



Assalamualaikum wr.wb



Salam Kawan Kuliner

 Hari ketiga di minggu kedua, seperti yang saya lakukan tiap hari diminggu ini. Saya mengecek dulu blog saya apakah saya sudah memasukkan di spreadsheet atau belum. Tepat pukul 05.00 alarm saya berbunyi menandakan saya harus bangun untuk melakukan aktivitas pagi ini. Sebelum melakukannya saya terlebih dahulu mandi lalu menunaikan kewajiban saya yaitu shalat subuh. Setelah itu brulah aku mempersiapkan pakaian praktek sambil melaukan srapan pagi.

  Tepat pukul 06.30 aku berjalan menyusuri anak tangga seperti biasanya saya lakukan tiap paginya. Keluar dari opintu asrama sambil menatap langit dan bersykur setiap waktunyaa masih di beri kesempatan untuk merasakan semuanya dan melakukan kegiatan berulang kali. Sambil menyapa security cewe atau penjaga asrama dengan senyum yang lebar memancarkan kebahagian pagi dengan menutupi segala masalah hidup apapun itu.

  Jam menunjukkan pukul 07.00 setibanya aku dikitchen aku memasuki ruangan yang tidak asing buat kami yang praktek dikitchen. Rungan yang kecil tapi punya makna tersendiri, aku memakai apron dan perlengkapan lainnya. Dan aku keluar dari ruangan tersebut dan mempersiapkan bahan Sambal jalangkote soalnya preparean yang harusnya aku kerjakan di hari kemarin tetapi karena ada kendala soal adonan jalangkotenya dan soal waktunya juga jadi aku menyempatkan diri untuk membuatnya.

  Sebelum kami melakukan online, aku mempersiapkan alat dan bahan yang saya perlukan. Bahannya ada Bawang putih, Bawang merah, Cabe rawit, Cabe merah Dan Kemiri. Bahan Pelengkapnya yaitu Daun jeruk dan limau. Sebagai penambah rasa saya memakai garam secukupnya, gul, dan Cuka secukupnya. Kemudian memanaskan minyak sedikit lalu memasukkan bahannya sampai harum. Lalu menambahkan air sesuai keinginan, kemudian setelah menunggu semuanya tercampur rata lalu memasukkan bumbu pelengkap rasanya.

  Dan setelah aku prepare sauce atau sambal, kemudian aku membantu teman saya membuat acar dan aku mengecek rasa apa yang perlu saya tambahkan dan apa yang kurang. Kemudian setelah itu aku mengecek teman yang lainnya sambil membantu prepare apa yang kurang. Setelah itu barulah kami mendiskusikan menu esok hari. Kelompok saya mendapatkan main course menu thailand yang pengucapannya agak sulit di ucapkan dilidah indonesia ini. 

-Oriental Buffet-

Thai Beef Salad
Chinese spinach And Peanut Salad
***
Tom Yam Goong
Pho Bo
***
Gai Tod Takrai
Yam Makeua Yo
Khau Plau
Ingen No Gama Ae
Tori No Teriyaki
Onigiri
***
Tang Yuan
Num Chak Kachan
Tang Zhong

Saya akan menjelaskan beberapa menu saya buat besok yaitu 

Tori No Teriyaki

adalah cara memasak makanan Jepangyang dipanaskan atau dipanggang dan dilapisi dengan kecap dan sake/mirin/gula beraroma rasa. Sewaktu sedang membuat teriyaki, bahan-bahan makanan yang akan dipanggang dicelupkan dan diolesi dengan saus teriyaki sampai beberapa kali hingga betul-betul masak. Di Jepang, bahan yang banyak dipakai pada masakan teriyaki adalah ikan (salem, tongkol, mackarel, trout, marlin), sedangkan di luar Jepang digunakan berbagai jenis daging(ayam, sapi, babi),atau cumi-cumi maupun bahan dari ubi konnyaku.
Kata teriyaki berasal dari kata teri yang artinya bersinar (karena mengandung gula dari tare, dan kata yaki yang artinya dibakar atau dipanggang.Taremerupakan campuran dari kecap, sake/mirin, dan gula/madu yang dipanaskan.

Onigiri

Onigiri atau nasi kepal adalah nama Jepang untuk makanan nasi yang dipadatkan sesekali hangat, seperti, karung beras. Dikenal juga dengan nama lain omusubi, istilah yang kabarnya dulu digunakan kalangan wanita di istana kaisar untuk menyebut onigiri. Onigiri dimakan dengan tangan, tidak memakai sumpit. Pada buku harian Murasaki Shikibu Nikki dari Murasaki Shikibu pada abad ke-11 ditulis tentang orang utan bola-bola nasi. Pada waktu itu, onigiri disebut tonjiki dan sering dimakan pada piknik makan siang. Pada tahun 1987 ditemukan gumpalan butiran nasi yang terkarbonisasi peninggalan zaman Yayoi dari penggalian arkeologi yang dilakukan di pusat Ishikawa. Dari nasi berbentuk onigiri yang sudah terkarbonisasi yang ditemukan sisa bekas-tekan jari tangan manusia. Selain itu, nasi yang dibentuk mirip onigiri juga ditemukan di situs penggalian isi Kanagawa.

-English Version-

Assalamualaikum wr.wb

Greetings Comrades Culinary

 The third day in the second week, as I do every day of the week is. I check the first blog I did I already put in the spreadsheet or not. At precisely 05.00 my alarm goes off signaling I had to get up to do the activity this morning. Before doing so I must first take a bath and then perform my obligations i.e. salaah fajr. After that new I prepare the clothes practice while making breakfast.

  At 06.30 I'm walking down the stairs like I usually do every morning. Out of the door dormitory while starting at the sky and give thanks every time still give it a chance to feel everything and do activities repeatedly. While say hello to the security girl or dorm guard with a big smile exudes the happiness of the morning to cover all life's problems whatever it is.

  Show hours: 07.00 upon arrival I dikitchen I entered a room that is not foreign for us who practice dikitchen. Rungan small but had a meaning of its own, I wear the apron and other supplies. And I'm out of the room and prepare the ingredients of Sauce jalangkote because preparean that I'm supposed to do in the day yesterday but because there are constraints about the dough a  jalangkote and about time too so I took the time to make it.
  Before we do online, I prepare the tools and materials that I need. The material there is garlic, Onion, cayenne Pepper, red Chili, And Pecan. Material Addition namely lime Leaves and limes. As a flavor enhancer I wear salt to taste, gul, and Vinegar to taste. Then heat the oil a little and then enter the material until fragrant. Then add water according to desire, then after the wait everything is well blended and then enter the spices complement the taste.


  And after I prepare the sauce or sambal, then I help my friend make pickles and I check the sense of what I need to add and what less. Then after that I checked with a friend the other while helping prepare for what is lacking. After that, we discuss the menu tomorrow. My group get the main course thai menu that its pronunciation is rather difficult to pronounce the tongue of indonesia. 

-Oriental Buffet-

Thai Beef Salad
Chinese spinach And Peanut Salad
***
Tom Yam Goong
Pho Bo
***
Gai Tod Takrai
Yam Makeua Yo
Khau Plau
Ingen No Gama Ae
Tori No Teriyaki
Onigiri
***
Tang Yuan
Num Chak Kachan
Tang Zhong

I will explain some of my menu for tomorrow that is 

Tori No Teriyaki

is how to cook the food Jepangyang heated or baked and coated with soy sauce and sake/mirin/sugar flavorful taste. As was making teriyaki, ingredients in food that will be baked dipped and smeared with teriyaki sauce up to several times to really cook. In Japan, the material that is widely used in the cuisine teriyaki is the fish (salem, tuna, mackarel, trout, marlin), while the Japanese used various types of meat(chicken, beef, pork),or squid or material of sweet potato konnyaku.
The word teriyaki derives from the word teri, meaning shine (because it contains sugar from the tare, and the word yaki which means grilled or baked.Taremerupakan a mixture of soy sauce, sake/mirin, and sugar/honey that is heated.

Onigiri

Onigiri or rice balls are the Japanese name for food of boiled rice compacted occasional warm, like, a sack of rice. Also known by other names omusubi, a term reportedly first used among women in the palace of the emperor to call onigiri. Onigiri eaten by hand, do not wear chopsticks. In the diary Murasaki Shikibu Nikki from Murasaki Shikibu in the 11th century, written about the orang utan rice balls. At that time, onigiri is called tonjiki and often eaten on a picnic lunch. In the year 1987 found the blob to a grain of rice that terkarbonisasi relics of the Yayoi era from the archaeological excavations conducted in the center of Ishikawa. Of rice-shaped onigiri already terkarbonisasi found the rest of the former-press the fingers of the human hand. In addition, the rice which is formed similar to the onigiri are also found in the excavation site the contents of the Kanagawa.

SAGU 



Sagu adalah makanan pokok bagi warga Indonesia yang tinggal di sebagian besar wilayah Indonesia Timur. Mulai dari Maluku, Papua, bahkan Nusa Tenggara umumnya mengenal sagu dalam struktur menu makanan utama penduduk aslinya. Sagu sendiri sebenarnya berasal dari tepung yang didapat dari batang pohon sagu (Metroxylon sagu Rottb.) yang bentuknya menyerupai pohon palma. Umumnya pohon sagu tumbuh di tepian sungai atau wilayah dengan kadar air yang cukup tinggi seperti rawa. Pohon sagu dapat tumbuh hingga mencapai 30 meter dan dari satu pohon para petani sagu dapat menghasilkan 150-300 kilogram bahan baku tepung sagu.
    
Untuk mendapatkan tepung sagu yang berkualitas, umumnya masyarakat Indonesia Timur mencari sendiri hingga ke hutan-hutan. Namun bagi mereka yang sudah tinggal di perkotaan, sagu sangat mudah ditemukan di pasar-pasar. Secara tradisional, masyarakat Indonesia Timur yang tinggal di pelosok masih melakukan produksi sagu sendiri. Mereka biasanya mencari pohon-pohon sagu berkualitas hingga ke pedalaman sungai dan pelosok rawa-rawa.
    
Bagi masyarakat Maluku, terutama yang tinggal di daerah pesisir, Sagu merupakan makanan pokok yang sangat mudah diolah dan ditemukan. Biasanya mereka lebih menyukai sagu daripada beras untuk dijadikan makanan pokok mereka. Namun demikian, untuk mengolah batang pohon sagu menjadi tepung sagu dan olahan lainnya bukanlah proses yang sederhana. Proses yang dilalui cukup rumit dan memiliki tahapan pasti.
Seorang petani sagu biasanya mulai berangkat mencari pohon sagu yang berkualitas sejak pagi hari sekitar pukul 07.00. Sang petani umumnya memiliki perahu sendiri untuk mencapai daerah perairan yang sulit dicapai melalui jalan darat. Dalam memilih pohon sagu yang berkualitas, petani sagu cukup memperhatikan batang sagu yang memiliki diameter cukup besar dan terlihat kokoh. Semakin besar batang pohon sagu, berarti semakin tua umur pohon tersebut dan dipastikan memiliki kualitas sagu yang baik. Walaupun tampak mudah, namun sang petani tetap harus memeriksa kualitas batang sagu tersebut karena kondisinya harus segar tanpa ada pembusukan sedikitpun.

Setelah mendapat batang sagu yang berkualitas, petani sagu biasanya akan mulai penebangan pohon sagu. Setelah itu, batang tersebut akan dipotong-potong menjadi beberapa bagian, dipisahkan dari kulit luarnya dan diambil bagian daging batangnya. Bagian dalam yang berbentuk daging inilah yang akan menjadi tepung sagu nantinya. Bagian dalam batang yang baik umumnya berwarna putih dengan serat-serat coklat muda.

Daging batang tersebut nantinya akan digerus dengan menggunakan mesin hingga menjadi tepung. Proses ini akan dilakukan secara berulang hingga 2-3 kali sampai mendapatkan tepung yang benar-benar halus. Tidak sampai disitu, tepung itu pun harus melalui proses penyaringan dan pengendapan selama semalam. Bagian terakhir hasil saring itulah yang akan menjadi tepung sagu murni dengan kualitas paling baik dan siap untuk dijual atau diolah menjadi sagu batangan.
    
Masyarakat Maluku biasanya mengolah sagu menjadi beberapa jenis makanan pokok, yang terkenal adalah papeda dengan tekstur yang kental seperti lem. Selain itu, ada jenis makanan sagu bakar, dimana tepung sagu dipanaskan hingga menyatu dan berbentuk seperti roti. Makanan ini biasanya digunakan sebagai cemilan sore hari atau sarapan dengan pelengkap teh atau kopi panas. Banyak makanan yang dapat dihasilkan dari olahan sagu karena sagu sangat mudah diolah, mengenyangkan dan kaya akan zat-zat yang menyehatkan tubuh. Sagu memiliki kadar karbohidrat cukup tinggi, namun sangat rendah gula dan lemak sehingga sangat cocok bagi penderita diabetes.

Sagu adalah satu dari sekian banyak makanan asli nusantara yang memiliki kualitas tinggi. Potensi ini seharusnya dapat lebih dikembangkan karena sagu juga dapat dijadikan sebagai cadangan makanan pokok bila suatu saat nanti persediaan beras menipis. Sagu selama ini tidak terlalu banyak dikenal, namun selain menyehatkan sagu ternyata sangat mudah untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan. [Phosphone/IndonesiaKaya]

Kandungan nutrisi dalam sagu

Kandungan nutrisi terbanyak di dalam sagu adalah karbohidrat murni. Karbohidrat ini masuk dalam kategori makronutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak untuk bahan energi dan fungsi otak. Sebagai tolak ukur, dalam 100 gram sagu terdapat:
  • 86 gram karbohidrat
  • 1 gram serat
  • 0,5 gram protein
  • 350 kalori
  • 3 miligram sodium
  • 5 miligram potasium
  • 0,2 gram lemak total
  • 0,1 gram lemak jenuh
Sagu memang tidak mengandung banyak vitamin dan mineral, namun meski sedikit sagu masih memiliki beberapa kandungan vitamin dan mineral. Walaupun tergolong bukan makanan yang rendah kalori dan sumber protein serta serat yang baik, namun kandungan sagu mengandung lemak jenuh yang sangat sedikit. Nah, hal ini membuktikan jika secara keseluruhan nutrisi dalam sagu masih golongkan relatif lengkap walaupun jumlahnya tidak banyak.

Komentar

Postingan Populer