Assalamualaikum,
Om Swastyastu Nama Budayaperjalanan yang paling menyenangkan, waktu tempuh 4
jam untuk sampai kesana, sebelum melakukan perjalanan, kami bersiap-siap untuk
berangkat dari nusa dua, selama diperjalanan kami berjalan menuju taman ujung,
dan taman edelweis yang banyak dikunjung orang yang berlibur dibali, Saya
tidak pernah membayangkan bisa sampai di tempat yang menawarkan panorama
keindahan alam di tempat wisata yang berada di kawasan Karangasem,
Bali. Sepanjang perjalanan yang mana dataran tinggi nih ya, tentu setiap
mobil berkelok-kelok. nah, begitu saya dan teman-teman sampai di pintu
masuk Taman Ujung, kesejukan udara begitu turun dari motor. Apalagi
view di balik pintu masuknya yang bisa ditilik sedikit dari depan.Begitu
menyusuri jalanan setapak dari pintu masuk menuju 'Welcoming Istana Air', saya
dibuat takjub dengan pemandangan hijau di sekililing Taman Ujung ini.
Bener-bener rasa cakep dan lemes sirna seketika melihat yang hijau-hijau
mengikat mata. Dari rumputnya, dedaunan, pepohonan, yang berada di Taman Ujung
tersebut.Taman Ujung Amlapura Karangasem BaliTaman Ujung ini memiliki nama lain
sebagai Taman Sukasada yang terletak di Bandar Ujung, desa Tumbu, kecamatan
Karangasem, Bali. Secara lokasi, taman ini terletak sekitar 5 Km di sebelah
tenggara kota Amlapura. Pada saat masa Hindia Belanja, taman ini dijuluki
dengan waterpaleis seperti tulisan setelah pintu masuk di Taman Ujung yang
memiliki arti sebagai Istana Air.Yang menjadi sorotan saya ketika sampai di
balai tempat berkumpulnya seluruh peserta kegiatan sosial sore hari nan mendung
saat itu adalah, di sekeliling balai tersebut berdiri bangunan yang memiliki
desain arsitektur Bali bercampur negara barat yang terciptalah beberapa
bangunan yang memang khas Bali dengan gaya Eropa, serta percampuran antara
budaya timur dan barat. Jadi nggak heran kalau saya cukup antusias dan takjub
dengan arsitektur bangunan di Taman Ujung ini, termasuk jembatannya yang cukup
vintagei, dan cocok untuk mengabadikan foto di sana.Lebih dari itu, sesuai
pengalaman pribadi, saya hanya menikmati jalan-jalan di rerumputan hijau di
taman, menaiki tangga yang di atasnya ada tebing dengan desain yang Eropa
banget deh. Sehingga saat berada di lokasi tebing itu, saya bisa melihat di
ujung sana terdapat lautan luas yang dengan congkaknya menampakkan keanggunannya,
apalagi di sekitar lautan tersebut saya juga melihat pemandangan hijau dari
sekitar taman ini. Pokoknya nggak henti-hentinya mengucap syukur deh.Tapi
sayangnya, saya belum bisa meng-eksplore seluruh wahana yang ada di Taman Ujung
Amlapura. Mengingat hari menjelang Maghrib, saya bersama kakak-kakak yang
semobil tadi harus segera balik ke Bali kota dan meninggalkan
Karangasem.Padahal, jika saya tidak mengalami mabuk darat, tentu saya lebih
enjoy melihat beberapa spot yang ada di sana, tapi sayangnya malah sebaliknya.
Karena, satu tahun setelah saya datang ke Taman Ujung, kakak saya ke sana dan
memerkan beberapa spot yang belum saya jamah.Di antara hal-hal yang bisa saya
lakukan berdasarkan pengalaman kakak saya di antaranya seperti melihat aneka
lukisan bersejarah di museum yang ada di Taman Ujung, serta menaiki boat dan
menyusuri danau. Selain itu ya, berkeliling menaiki anak tangga menuju tebing
yang bisa membuat saya bisa melihat seluruh wilayah Taman Ujung dari atas
tebing.Rasanya ingin balik ke Taman Ujung Amlapura Karangasem, Bali, lagi.
Namun, perlu siapin power bank full sama sedia kartu memori yang masih penuh.
Karena banyak spot yang harus di abadikan, baik untuk swafoto atau memotret
pemandangan Taman Ujung dalam bingkai foto. Yah, semoga saja saya bisa kembali
ke DreamDestination ke Taman Ujung Amlapura Karangasem dengan pasangan halal
saya sekaligus menikmati keindahan dan kesejukan pemandangan, udara, dan
keramahan orang-orangnya di sana.
Komentar
Posting Komentar